Rabu, 31 Maret 2010

Piala Dunia 2010 Afrika Selatan

Piala Dunia 2010 masih menghitung bulan, tapi persiapan Afrika Selatan dalam menyambut tamu-tamu yang akan datang di pesta sepakbola paling akbar seluruh dunia ini gaungnya sudah mulai terasa sejak jauh-jauh hari.

Piala Dunia 2010 Afrika Selatan memang menyita perhatian banyak pihak dari semua golongan, hipnotis bola untuk masyarakat dunia memang tidak main-main. baik pengusaha, pns, swasta, televisi dan media apapun biasanya menjelang piala dunia akan dipenuhi iklan maupun berita-berita dan informasi tentang bola yang berhubungan dengan Piala Dunia.

Stadion Soccer City merupakan tempat dimana be­kas presiden Afrika Selatan Nelson Man­dela menyampaikan pidato un­tuk menyatukan Afsel pasca pem­­bebasan dirinya setelah 27 tahun dipenjara. Tempat itu juga merupakan tempat dige­larnya Piala Afrika tahun 1996 di­mana Afsel keluar sebagai juara.

Dijadikan sebagai stadion yang akan menggelar laga pem­buka dan penutup Piala Dunia 2010, Soccer City siap unjuk gi­gi menampung ribuan pe­non­ton Piala Dunia 2010 nanti. Si­apnya stadion tersebut ditandai dengan dibukanya tur stadion untuk publik.

Tur yang berdurasi sekitar 60–70 menit tersebut, akan di­adakan lima kali sehari selama seming­gu. Sedangkan di akhir pekan, tur itu diadakan empat kali sehari. Pihak stadion ber­promo­si, se­karang saatnya bagi yang ter­tarik melihat keadaan di d­a­lam sta­dion sebelum para penon­ton Piala Dunia memadati sta­di­on tersebut.

“Kami memulai tur di per­te­ngahan Januari dan mendapat res­pons yang baik dari masya­rakat. Di awal Maret sudah ada se­kitar 4000 pengunjung yang ikut tur,” kata pengelola stadion Jacques Grobbelaar.

Tur tersebut akan mengajak pengunjung menjelajahi setiap denah Soccer City, mulai dari ruang ganti pe­main, ruang VIP, bangku penon­ton, lapangan, dan terowongan yang nantinya akan memimpin para pemain menuju lapangan.

Bagi Grobbelaar, kepopuler­an tur yang mematok harga 80 rand untuk dewasa itu, tak akan ber­henti walau Piala Dunia 2010 su­dah berakhir.

‘’Kami menempatkan Soccer City sebagai tempat yang multi­fungsi untuk warisan stadion. Ka­mi mengadakan tur dan meng­­gelar event di stadion ini. Setelah Piala Dunia tentunya ka­mi akan menyediakan sesuatu yang lebih menarik. Stadion akan menjadi museum olahraga interaktif, menampilkan seja­rah Soccer City dan memamer­kan me­­morabilia olahraga,” celoteh Grob­belaar, seraya men­jelaskan seluruh stadion telah dipasangi layar yang akan menam­pilkan cuplikan Piala Dunia ke pengun­jung.

“Contohnya kami akan me­mi­li­ki layar LCD di ruang ganti de­ngan cuplikan tim Bafana Ba­fana Afsel di dalamnya sebelum pertandingan. Dan saat pengun­jung berjalan melewati terowo­ngan, kami akan memasang spe­aker yang akan memperd­engar­kan suara ramai penonton pada saat pertandingan berlangsung,” sambung Grobbelaar.

Sibongile Mazibuko selaku koordinator kota tuan rumah Johannesburg 2010, yakin Soc­cer City akan menjadi tempat hi­buran favorit para turis yang mengunjungi Johannesburg.

“Bisa dibilang Anda tidak me­ngunjungi Johannes­burg tanpa mengunjungi Soccer City. Per­min­taan telah sangat banyak dan akan terus mening­kat,” kata Ma­zibuko yang men­dukung Soc­cer City menjadi salah satu tujuan turis.

“Saat ka­mi ingin memulai tur pertama, tiba-tiba permintaan terus me­ning­­kat. Kami sadar mem­butuhkan pemandu tur tam­bahan untuk mengajak peng­unjung mengelili­ngi stadion,” pungkas Mazibuko.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes